Refreshing Auditor Nomor Kontrol Veteriner (NKV) 2020

Oleh :

Drh Juni Asnawati Surbakti ME (Fungsional Medik Veteriner Madya)

Drh Nuraina (Fungsional Medik Veteriner Muda)

 

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Auditor Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan penyesuaian persyaratan teknis NKV berdasarkan Permentan Nomor 11 tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha Produk Hewan, Direktorat Kesmavet melaksanakan kegiatan Refreshing Auditor NKV melalui Video Conference pada tanggal 16 – 17 Juni 2020.  Kegiatan Refreshing Auditor NKV ini dibuka oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (drh. Syamsul Ma’arif M.Si.). Kegiatan Refreshing Auditor NKV ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari Auditor NKV Provinsi (berasal dari Dinas yang membidangi fungsi Kesmavet dan Keswan seluruh provinsi di Indonesia) dan Auditor NKV pusat. Narasumber dalam kegiatan auditor tersebut berasal dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner dan akademisi.

Tujuan kegiatan Refreshing Auditor NKV ini adalah untuk meningkatkan kompetensi Auditor Nomor Kontrol Veteriner (NKV) agar menjadi auditor yang kompeten dan profesional. Hal ini sangat penting bagi auditor dalam menjalankan tugas dalam penjaminan keamanan produk hewan. Disamping itu, hal ini juga merupakan sarana untuk mendapatkan informasi terbaru terkait teknis audit dan informasi perkembangan penjaminan keamanan pangan asal hewan lainnya.

Dalam sambutannya drh. Syamsul Ma’arif M.Si mengingatkan agar auditor  dapat mengawal dan membina pelaku usaha dalam mendapatkan NKV dari usaha yang berskala kecil sampai usaha yang berskala besar. Koordinasi dan sosialisasi  lintas sektoral harus tetap ditingkatkan, sehingga seluruh komponen mendapatkan pemahaman NKV secara benar sesuai Permentan Nomor 11 Tahun 2020. Disamping mendapatkan pemahaman yang baik tentang NKV, auditor NKV juga perlu mendapatkan kepastian penugasan sebagaimana kewenangannya melalui SK Gubernur sebagai pejabat otoritas veteriner (POV) yang telah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah  Nomor 3 tahun  2017 tentang Otoritas Veteriner (pasal 16 dan 17).

Untuk membekali para Auditor dalam melaksanakan tugas di lapangan dalam pertemuan ini disampaikan pedoman sertifikasi NKV, tatacara penilaian NKV, penomoran NKV dan pelaporan NKV yang disampaikan oleh Kasubdit Subdirektorat Higiene Sanitasi dan Penerapan (drh. Ira Firgorita). Dalam kesempatan ini juga disosialisasikan  Permentan Nomor 11 tahun 2020 yang merupakan pengganti dari Permentan Nomor 381 tahun 2005 tentang Pedoman Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner. Ruang Lingkup permentan Nomor 11 tahun 2020 ini mencakup tata cara memperoleh NKV, surveilans dan evaluasi NKV, pencantuman NKV, perubahan NKV, tingkat NKV, pencabutan NKV, syarat auditor NKV, pelatihan auditor NKV, tugas auditor NKV, pemberhentian auditor NKV,  pelaporan hasil audit, penerbitan NKV, pencabutan NKV dan pembinaan unit usaha baik yang sudah atau belum memiliki NKV.

Dr. Denny W Lukman sebagai narasumber menyampaikan materi tentang prinsip penerapan higiene sanitasi pada unit usaha produk hewan segar dan distribusi, (RPHR_R, RPH-B, RPH-U, budidaya petelur, budidaya sapi perah, penanganan madu, pengumpul dan pengemasan telur, cold storage, gudang kering, dan retail.  Materi prinsip penerapan higiene sanitasi pada unit usaha sarang burung walet dan pengolahan (pengumpul sarang walet, pencucian sarang burung walet, unit usaha dan pengolahan sarang walet, unit usaha pengolahan daging, susu dan telur disampaikan oleh Dr. Med Vet drh. Hadri Latif, M.Si. Materi prinsip penerapan higiene sanitasi pada unit usaha pengolahan produk hewan non pangan disampaikan oleh Dr. Drh. Widagdo Nugroho, M.Si.

Pada akhir acara drh. Ira Firgorita menekankan  kembali  bahwa setiap unit usaha produk hewan wajib memiliki Nomor Kontrol Veteriner sebagai bentuk tanggung jawab jaminan perlindungan pemerintah dalam penyediaan pangan asal hewan yang ASUH. disamping itu, ditekankan pula perlunya kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dalam penyediaan pangan asal hewan yang ASUH bagi masyarakat. Setelah mengikuti  kegiatan ini diharapkan para auditor NKV memiliki kompetensi dan pengetahuan yang lebih baik dalam melakukan penilaian pemenuhan persyaratan kelayakan dasar sistem jaminan keamanan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *